Siapa sih yang nggak tahu yoghurt? Produk susu yang satu ini udah jadi andalan banyak orang untuk pola makan sehat, baik sebagai camilan maupun campuran masakan. Tapi, kamu tahu nggak kalau yoghurt itu ada banyak banget jenisnya di seluruh dunia? Setiap jenis yoghurt punya karakteristik, rasa, dan manfaat gizi yang berbeda. Bahkan, ada yang lebih cocok untuk dijadikan bahan masak, ada juga yang lebih enak dikonsumsi langsung. Biar kamu nggak bingung lagi pas pilih yoghurt di supermarket, yuk kita bahas satu per satu jenis-jenis yoghurt yang paling terkenal di dunia!
1. Greek Yogurt
Mari mulai dari bintang utamanya, Greek yoghurt. Yoghurt yang satu ini mungkin paling sering kamu lihat di rak supermarket karena lagi nge-trend banget. Greek yoghurt dikenal dengan teksturnya yang kental dan creamy, hasil dari proses penyaringan yang menghilangkan sebagian besar cairan dan laktosa. Rasanya lebih tajam dibanding yoghurt biasa, dan biasanya lebih asam.
Nilai Gizi:
- Protein: Tinggi (sekitar 10-15 gram per porsi 170g)
- Karbohidrat: Rendah
- Lemak: Bervariasi tergantung versi (ada yang full-fat, low-fat, atau non-fat)
- Kalsium: Tinggi
- Probiotik: Mengandung bakteri baik untuk pencernaan
Cocok Untuk:
- Baking: Sangat cocok, bisa menggantikan mentega atau minyak untuk hasil yang lebih moist tanpa banyak lemak jenuh.
- Masakan: Bagus untuk saus atau dressing karena teksturnya yang creamy. Juga cocok untuk marinasi karena keasamannya membantu melunakkan daging.
- Camilan: Enak dimakan langsung dengan topping buah atau granola.
2. Skyr (Icelandic Yogurt)
Kalau kamu suka yoghurt yang teksturnya lebih padat dan halus, mungkin kamu akan suka Skyr. Yoghurt asal Islandia ini lebih mirip keju lembut daripada yoghurt biasa. Teksturnya lebih padat daripada Greek yoghurt, tapi rasanya lebih ringan dan nggak terlalu tajam. Skyr sudah dikonsumsi orang Islandia selama lebih dari 1.000 tahun, lho!
Nilai Gizi:
- Protein: Sangat tinggi (sekitar 17 gram per porsi 170g)
- Karbohidrat: Rendah
- Lemak: Biasanya rendah, tapi ada versi full-fat
- Kalsium: Tinggi
- Probiotik: Ada, meski tidak sebanyak yoghurt tradisional
Cocok Untuk:
- Baking: Sangat baik digunakan untuk menggantikan bahan berlemak di kue atau muffin.
- Masakan: Ideal sebagai campuran saus dan sup karena teksturnya yang halus.
- Camilan: Skyr enak dimakan langsung dengan tambahan buah segar untuk menyeimbangkan rasa asamnya.
3. Yoghurt Yunani Kuno (Greek-Style Yoghurt)
Banyak yang salah paham antara Greek yoghurt dengan Greek-style yoghurt. Meski namanya mirip, yang satu ini bukan yoghurt asli yang melalui proses penyaringan. Greek-style yoghurt biasanya ditambahkan bahan pengental seperti gelatin agar teksturnya menyerupai Greek yoghurt, tapi kandungan proteinnya lebih rendah.
Nilai Gizi:
- Protein: Lebih rendah daripada Greek yoghurt asli
- Karbohidrat: Sedang
- Lemak: Bervariasi tergantung mereknya
- Kalsium: Tinggi
- Probiotik: Ada, tapi tergantung proses pembuatannya
Cocok Untuk:
- Baking: Bisa digunakan, tapi tidak sebaik Greek yoghurt asli dalam memberikan tekstur moist pada kue.
- Masakan: Cocok untuk saus atau sup, tapi hati-hati dalam memilih merek karena teksturnya bisa berbeda-beda.
- Camilan: Bisa dikonsumsi langsung, tapi rasanya sering lebih manis karena tambahan gula.
4. Yoghurt Probiotik (Set Yoghurt)
Yoghurt ini dikenal karena teksturnya yang lembut dan kaya akan probiotik. Biasanya dijual dalam bentuk yoghurt plain atau dengan rasa buah. Proses pembuatannya menggunakan bakteri hidup yang membantu fermentasi, menghasilkan yoghurt dengan tekstur yang lebih ringan dan rasa asam yang seimbang.
Nilai Gizi:
- Protein: Sedang (sekitar 5-8 gram per porsi)
- Karbohidrat: Lebih tinggi karena penambahan gula (terutama pada yoghurt rasa)
- Lemak: Rendah hingga sedang
- Kalsium: Tinggi
- Probiotik: Sangat tinggi
Cocok Untuk:
- Baking: Bisa digunakan, tapi lebih cocok untuk membuat kue yang membutuhkan kelembutan, seperti cheesecake.
- Masakan: Lebih baik digunakan untuk saus salad atau sebagai pelengkap hidangan yang tidak memerlukan tekstur terlalu tebal.
- Camilan: Sangat enak dikonsumsi langsung, terutama jika kamu mencari yoghurt dengan rasa lebih manis.
5. Yoghurt Labneh (Yoghurt dari Timur Tengah)
Labneh adalah yoghurt yang sangat kental, bahkan lebih padat dari Greek yoghurt. Di Timur Tengah, Labneh sering digunakan sebagai olesan di roti atau sebagai cocolan bersama minyak zaitun dan rempah-rempah. Teksturnya mirip dengan keju krim, tapi dengan rasa yang lebih segar dan asam.
Nilai Gizi:
- Protein: Sedang hingga tinggi
- Karbohidrat: Rendah
- Lemak: Tergantung versi yang dipilih (full-fat atau low-fat)
- Kalsium: Tinggi
- Probiotik: Ada
Cocok Untuk:
- Baking: Bisa digunakan untuk membuat pastry atau sebagai pengganti keju krim.
- Masakan: Sangat cocok untuk dijadikan saus atau cocolan (dipping sauce). Juga ideal sebagai pelengkap salad atau hidangan Mediterania lainnya.
- Camilan: Oleskan di roti pita atau makan langsung dengan tambahan minyak zaitun dan biji wijen.
6. Yoghurt Lassi (India)
Lassi adalah minuman yoghurt khas India yang sangat menyegarkan. Biasanya dibuat dari yoghurt cair yang dicampur dengan air, rempah-rempah, atau buah-buahan seperti mangga. Lassi memiliki rasa yang lembut, sedikit asam, dan kadang diberi gula atau madu untuk menambah rasa manis.
Nilai Gizi:
- Protein: Sedang
- Karbohidrat: Cenderung tinggi (terutama pada varian manis)
- Lemak: Bervariasi
- Kalsium: Tinggi
- Probiotik: Ada, tapi lebih rendah karena proses pencampuran air
Cocok Untuk:
- Baking: Tidak cocok digunakan untuk baking karena konsistensinya yang cair.
- Masakan: Bagus sebagai minuman pendamping makanan pedas. Bisa juga dijadikan saus salad ringan.
- Camilan: Cocok untuk minuman menyegarkan di siang hari, terutama pada cuaca panas.
7. Yoghurt Kefir
Kefir adalah minuman yoghurt yang berasal dari fermentasi biji kefir dengan susu. Berbeda dengan yoghurt pada umumnya, kefir lebih cair dan memiliki rasa asam yang lebih kuat. Minuman ini sangat kaya akan probiotik dan sering dianggap sebagai superfood karena manfaatnya yang luar biasa untuk kesehatan pencernaan.
Nilai Gizi:
- Protein: Sedang
- Karbohidrat: Cenderung tinggi (terutama pada varian manis)
- Lemak: Rendah hingga sedang
- Kalsium: Tinggi
- Probiotik: Sangat tinggi
Cocok Untuk:
- Baking: Tidak cocok karena konsistensinya terlalu cair.
- Masakan: Digunakan dalam saus atau minuman yang dicampur dengan buah.
- Camilan: Cocok diminum langsung sebagai pengganti yoghurt cair atau smoothie.
Dengan banyaknya jenis yoghurt yang tersedia, kamu bisa memilih mana yang paling cocok untuk kebutuhan kesehatan dan masakan kamu. Apakah kamu mencari protein tinggi untuk camilan sehat, atau bahan pengganti mentega saat baking, selalu ada jenis yoghurt yang bisa diandalkan.
Buat kamu yang ingin belajar lebih dalam tentang dunia kuliner, mulai dari bahan-bahan sehat seperti yoghurt hingga teknik memasak profesional, jurusan Culinary Arts & Gastronomy di PIB College siap membimbing kamu menjadi chef handal. Jangan lewatkan kesempatan untuk bergabung dan pelajari lebih banyak tentang makanan sehat serta seni kuliner modern. Daftarkan diri kamu sekarang di daftar.pib.ac.id untuk dapatkan berbagai promo spesial untuk pendaftaran tahun ini!
Penulis: Stephanie Gunawan